guinness beer terbaik

Bir merupakan minuman yang cukup populer dan disukai oleh cukup banyak orang. Di Indonesia sendiri, minuman beralkohol ini tidaklah sulit ditemukan. Masyarakat dapat dengan mudah menemukannya di supermarket maupun di bar. Ada banyak sekali merek brand dan jenisnya, salah satunya adalah Guinness Beer.

Di seluruh dunia, ada banyak sekali merek bir yang bisa ditemukan. Tentunya memiliki cita rasa yang berbeda-beda pula. Ada bir yang paling keras, pilsner, lagers, hingga bir hitam.

Bir sendiri merupakan minuman tertua di dunia. Selain menyegarkan, minuman dengan buih busa berwarna kuning ini membuat siapa saja yang meminumnya merasa santai dan lebih rileks. Kelebihan bir adalah kandungan alkohol di dalamnya tidak berlebihan, sehingga tidak sekeras minuman beralkohol lainnya.

Meskipun minuman yang cukup keras, ternyata bir tidak hanya dikonsumsi oleh laki-laki saja, namun perempuan juga. Ada juga anggapan bahwa laki-laki yang suka dating ke bar adalah seorang pemabuk berat. Padahal belum tentu pengunjung ke bar memesan minuman alcohol. Jikapun minum, tidak semuanya tergolong pemabuk. Mitos-mitos pun banyak berkembang. Padahal belum tentu mitos seputar bir ini benar adanya atau cenderung keliru. Apa saja mitos-mitosnya? Berikut penjelasannya.

Mitos Keliru Seputar Minuman Bir

  • Botol bir berwarna hijau

Sebenarnya warna botol tidak mempengaruhi kualitas maupun rasa bir. Warna botol ini tidak hanya tergantung pada jenis bir. Biasanya botol bir dibuat berwarna gelap bertujuan untuk melindunginya dari cahaya. Sebab, botol bening akan mudah tembus cahaya.

  • Rasa bir tidak akan berubah

Ternyata bir juga bisa rusak rasanya bila disimpan di tempat yang tidak semestinya. Misalnya dibiarkan terbuka atau terkena cahaya matahari. Oleh sebab itu, simpanlah di tempat yang dingin agar rasanya tetap terjaga.

  • Minum bir ringan tidak membuat perut gendut

Bir ringan memang memliki kandungan kalori lebih rendah. Dalam satu gelas bir ringan, terkandung 90 hingga 100 kalori. Sedangkan bir biasa mengandung sekitar 150 – 175 kalori. Namun, kenyataan ini tidak memberikan pembenaran bagi kamu untuk meminum bir setiap hari. Biasanya perut buncit disebabkan oleh makanan ringan yang jadi cemilan ketika minum.

  • Rasa bir harusnya tidak pahit atau asam

Bir memang terasa pahit karena adanya kandungan ragi. Ini menjadi penyeimbang rasa dan sebagai pengawet. Menurut pecinta bir, rasa pahit inilah yang membuat bir lebih lezat.

  • Semakin gelap warna bir, semakin banyak mengandung alkohol

Bisa disimpulkan asumsi ini hanyalah mitos belaka. Sebab, salah satu bir yang berwarna paling gelap, bir hitam Guinness hanya mengandung kadar alkohol 4,2 persen saja. Dan ada banyak lagi minuman bir yang mengandung alkohol lebih tinggi dibanding Guinness beer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here