asuransi penyakit kritis

Biaya pengobatan di rumah sakit memang tidaklah murah. Terlebih jika kamu terkena penyakit kritis. Tidak jarang pula keluarga dan saudara bisa jatuh bangkrut karena menanggung biaya pengobatannya. Tapi, kalau bisa jangan sampai sakit, ya. Namun, sakit tidak ada yang tau datangnya. Oleh sebab itu, kamu harus mempersiapkannya dari sekarang. Salah satunya dengan memiliki asuransi yang memberikan perlindungan penyakit kritis.

Hal ini penting karena asuransi kesehatan dan asuransi jiwa saja belum cukup dalam upaya mengelola finansial keluarga. Biasanya asuransi kesehatan biasa tidak memberikan perlindungan penyakit kritis secara khusus. Begitu pula asuransi jiwa, yang baru memberikan manfaat ketika tertanggung meninggal dunia. Padahal saat terkena penyakit kritis, tentu akan menjalani proses pengobatan yang lama dan menghabiskan banyak biaya. Itulah mengapa pentingnya membeli manfaat tambahan berupa perlindungan penyakit kritis.

Hal Penting Seputar Asuransi Perlindungan Penyakit Kritis

1. Lihat Besarnya Uang Pertanggungan yang Diterima

Tentu saja pemegang polis asuransi penyakit kritis akan mendapatkan UP saat menderita penyakit yang tercantum di dalam polis asuransi. Baca dengan teliti jumlah UP yang diterima. Pertimbangkan lagi apakah besaran dana tersebut cukup untuk menutup biaya pengobatan penyakit kritis yang diketahui butuh biaya yang mahal.

Perhatikan juga dengans seksama skema UP yang ditawarkan oleh beragam perusahaan asuransi. Ada asuransi yang memasukkan UP asuransi jiwa dalam total angka uang pertanggungan. Ada juga yang memberikannya secara bertahap hingga memenuhi jumlah total pertanggungan secara keseluruhan.

2. Ketentuan Pembayaran UP

Sebelum memutuskan membeli sebuah produk asuransi, lihat juga syarat dan pembayaran UP. Sebab, tidak semua produk asuransi penyakit kritis yang memberikan langsung santunan saat pemegang polis divonis terkena penyakit kritis.

Tidak jarang juga dalam polis disebutkan penyakit kritis apa saja yang ditanggung. Ada juga produk asuransi yang hanya memberikan UP untuk satu penyakit kritis saja.

Selain itu, cari tahu lebih detail dan pastikan tes yang harus dijalani atas penyakit yang diderita masuk dalam syarat mengajukan klaim asuransi. Tak lupa memastikan apa saja syarat-syarat penyakit kritis yang ditanggung sebab masing-masing penyakit akan berbeda ketentuannya.

3. Pastikan Masa Polis Asuransi

Penting juga untuk mengetahui dan memastikan hal-hal penting terkait masa polis asuransi perlindungan penyakit kritis. Seperti poin berikut ini:

  • Polis tidak diperpanjang secara sepihak oleh perusahaan asuransi.
  • Pemegang polis dapat meminta polis berakhir dengan memberitahukan sebelumnya. Dengan begitu polis akan berakhir ketika premi selanjutnya jatuh tempo.
  • Polis akan secara otomatis berhenti bila pemegang polis meninggal dunia, program berakhir, atau terhentinya pembayaran premi.

4. Memahami Istilah dalam Polis

Tentu saja banyak istilah dunia kedokteran yang sulit dipahami dalam polis asuransi penyakit kritis. Cari tahu soal istilah-istilah tersebut dan pahami. Jika perlu tanyalah pada agen. Pemegang polis dituntut harus pro-aktif agar tidak merasa dirugikan nanti di kemudian hari. Kadang, istilah tersebut tidak dijelaskan detail oleh sang agen bila tidak ditanya.

Barulah ambil keputusan bila kamu sudah mempertimbangkan semua manfaatnya dan memastikan hal-hal tersebut di atas.

Cara Memilih Asuransi Perlindungan Penyakit Kritis yang Tepat

1. Perhatikan Cakupan Perlindungan

Penting untuk mengkaji dan mempertimbangkan alokasi budget yang disediakan untuk asuransi dengan cakupan perlindungannya. Hal ini untuk menyesuaikan dengan kebutuhan. Dengan begitu kamu bisa memilih produk asuransi penyakit kritis yang tepat dengan risiko yang kemungkinan akan dihadapi.

Lihatlah berdasarkan riwayat atau kondisi kesehatan dengan cakupan perlindungan asuransi penyakit kritis dari produk asuransi. Bila risiko penyakit kritis yang diwariskan dari keluarga tidak ada, maka belilah asuransi yang memberikan perlindungan penyakit kritis akibat gaya hidup yang tidak sehat dan juga akibat paparan polusi.

2. Pilihlah Asuransi dengan Opsi Pembayaran Premi yang Fleksibel

Agar keuangan tidak terlalu terbebani, pilihlah asuransi penyakit kritis yang memiliki pilihan pembayaran premi fleksibel sesuai dengan risiko yang ingin dilindungi. Ini akan membantu kondisi finansial kamu untuk menutup kebutuhan perlindungan atas risiko penyakit kritis yang biaya pengobatannya terkenal mahal.

3. Perhatikan beberapa aturan pengecualian

Tentu saja dalam setiap produk asuransi ada pasal pengecualian. Seperti adanya syarat survival period atau masa bertahan hidup tertanggung sejak dirinya divonis penyakit kritis. Bila tertanggung meninggal sebelum masa survival period tersebut, maka klaim asuransinya akan batal.

Ada juga masa tunggu atau waiting period, yang merupakan periode sebelum proteksi asuransi berlaku. Pilihlah asuransi yang masa tunggunya singkat agar tertanggung bisa langsung mendapat perlindungan.

4. Pilih Asuransi yang Memberikan Perlindungan Optimal

Datangnya penyakit pada diri seseorang tidak bisa diprediksi kapan. Bisa saja menyerang yang berusia muda apalagi kalangan usia tua. Risikonya tentu akan semakin besar saat usia tak lagi muda. Oleh sebab itu, pilihlah asuransi penyakit kritis yang memberikan masa perlindungan optimal bagi tertanggung. Pilih juga asuransi yang memberi perlindungan hingga usia yang sangat tua.

Poin-poin yang disebutkan di atas akan memudahkan kamu memilih asuransi perlindungan penyakit kritis yang akan kamu beli. Jangan sampai uang keluar tiap bulan untuk membayar premi tapi risiko penyakit kritis yang mungkin kamu derita tidak ter-cover dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here